Komunikasi Dalam Negosiasi

Maret 16, 2011 pukul 10:24 am | Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan komentar

I. Pendahuluan

Negosiasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam mengkomunikasikan keinginan kita terhadap pihak orang lain. Keinginan yang telah kita susun rapih dalam suatu proyek kegiatan/ program  yang akan dilaksanakan baik itu pada skala kecil maupun  besar, dengan memerlukan pihak lain dalam mensukseskan proyek kegiatan/ program tersebut  ditentukan berhasil atau tidaknya dengan  proses negosiasi. Jikalau negosiasi kita kurang baik maka respon yang diterima pihak lain kepada kita ataupun program kita itu kurang pula, yang lebih jelek  lagi jikalau mereka berpikiran buruk terhadap program kita serta semua yang menjadi ruang lingkup kegiatan di luar program kita. Para pengusaha besar di amerika menempatkan negosiasi pada tingkat pertama, mereka berani membayar mahal kepada karyawannya yang dapat bernegosiasi dengan baik. Karena begitu pentingnya negosiasi, maka  kita sebaiknya mencoba menerapkan negosiasi ini menjadi faktor terpenting dalam setiap kegiatan,  serta mengkonsentrasikannya, selain dari itu diperlukan kesiapan dan langkah-langkah awal untuk menjadi negosiator yang baik.

Setiap orang bisa menjadi negosiator yang baik, walaupun tidak bisa dihindari adanya anggapan faktor bakat pada individu tertentu. Materi yang digunakan menuju negosiator yang baik adalah komunikasi, atau yang lebih populer lagi yaitu komunikasi efektif.

Dalam pembahasan ini lebih banyak ditujukan kepada lawan bicara dengan teman, untuk yang lainnya perlu dianalisa terlebih dahulu latar belakangnya. Dibedakan kondisi dan situasi serta bentuk komunikasinya.

II. Komunikasi

Definisi komunikasi yang diambil dari berbagai referensi :

  1. Komunikasi mengacu kepada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh ganggguan, terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik (J.A. Devito, 1997).
  2. Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada di pikiran, konsep yang kita miliki, dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain.
  3. Komunikasi adalah seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
  4. Komunikasi adalah information interchange yakni pertukaran informasi yang dapat dilangsungkan melalui berbagai media interface.(Rid.)

Jenis Komunikasi  :

  1. Komunikasi dengan diri sendiri (intrapribadi) hal ini diperlukan oleh setiap individu terutama dalam hal  pengevaluasian terhadap ucapan, tingkah laku kita ataupun progress (kemajuan) hidup kita, selain dari itu juga komunikasi intrapribadi berfungsi sebagai psikiater jiwa kita, baik itu dalam meyakinkan diri kita, meyakinkan kepercayaan diri kita, ataupun dalam hal mempertimbangkan keputusan.
  2. Komunikasi antarpribadi : komunikasi antar satu individu dengan satu individu yang lainnya, dalam berinteraksi dengan orang lain, dari suami ke istri dan sebaliknya, dari teman ke teman lainnya untuk membina hubungan dan memeliharanya.
  3. Komunikasi satu individu dengan kumpulan individu
  4. Komunikasi antar kumpulan individu dengan kumpulan individu yang lainnya, baik yang berupa buah pikir yang kolektif ataupun sebuah karakter , budaya kelompok satu dengan kelompok lainnya, misalnya komunikasi budaya.

Bentuk komunikasi

1. Visible comunication : komunikasi yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh panca indera, komunikasi ini terdiri dari :

  • Komunkasi verbal : komunikasi dengan menggunakan kata-kata atau dengan secara lisan
  • Komunikasi non verbal : deengan menggunakan gerak tubuh (tangan mulut, wajah, kaki, baju, penampilan, tindak-tanduk sehari-hari)

2. Invisible comunication : komunikasi yang hanya bisa dirasakan oleh jiwa kita, setiap orang memiliki bentuk komunikasi ini hanya pengalaman dan konsentrasi yang baik yang menentukannya.

Komunikasi Effektif :

Komunikasi dengan menempatkan ketepatan kepada orang lain untuk jelas,  paham serta setuju dengan sumber komunikasi pada yang utama. Sehingga rumus komunikasi efektif adalah : R(penerima)/S(pengirim) = 1 . Nilai satu disana berarti tepatnya penyampaian tidak ada penyampaian yang tercecer sehingga membuat penerima tidak jelas, paham ataupun tidak setuju dengan sumber informasi (pengirim).

 

Perlu kita pahami bahwa dalam berkomunikasi tingkat keefektifan berbeda-beda, dan memang sukar untuk mendapatkan komunikasi efektif yang 100 %, paling sedikitnya 1% kita menggunakan daerah toleran komunikasi yang masih bisa di maklumi, tetapi hindarilah daerah komunikasi tidak efektif yang akan menyebabkan membaurnya informasi sehingga penerima tidak bisa paham dengan apa yang dikatakan pengirim.

Daerah bukan komunikasi adalah daerah dimana tidak adanya ketersambungan informasi .

II. Negosiasi

Pengertian :

Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai  kesepakatan antar pihak yang satu dengan pihak yang lain.

Negosiasi salah satu cara memepengaruhi orang lain

Dalam mempengaruhi orang lain terhadap pendapat kita negosiasi adalah salah satu cara yang baik, karena disana akan terjadi yang namanya persetujuan kedua belah pihak, tanpa adanya paksaan. Tidak dihindari pula dalam negosiasi ini berupa konteks yang monolog (mentoring) jika yang diajak bicara oleh kita adalah orang yang lebih muda ( yang mau diajak monolog). Ataupun dengan jalan pencarian solusi bersama-sama dengan cara kita mengarahkan pada keinginan kita.

Bentuk negosiasi :

1. Negosiasi secara langsung artinya berhadapan langsung dengan kita.

2. Negosiasi tidak langsung, misalnya dengan melalui telepon.

III. Tips Penggunaan Komunikasi Efektif Dalam Negosiasi langsung

1.  Proactive Comunication .Komunikasi yang diambil adalah komunikasi yang proaktif bukan yang reaktif.

Contoh kata-kata reaktif : tapi kan.. , hal itu buruk sekali.., kamu berpendapat salah, aku kan benar, hal itu tidak logis, ah itu hanya kata-kata klise, hal itu hal yang terpaksa, hal itu takkan pernah bisa.

Contoh kata-kata proaktif : sebaiknya bagaimana?, ada baiknya jikalau hal itu kita minimalisasikan, mudah-mudahan pendapatku ini lebih baik dari yang tadi, mari kita cari solusi yang terbaik, pasti kita akan menemukan jalan lain, aku memilihnya, aku meyakininya, yuk kita telaah lebih dalam.

2.  Find the word . Berlatihlah untuk mendapatkan kata-kata tepat yang tidak membuat orang lain bingung dengan keambiguan , misalnya ada sebuah kalimat “kedudukan tinggi termostat berapa?” pertanyaan ini ada dua pengertian yang pertama suhu yang kedua tinggi termostatnya.

3. Avoid debate, karena perdebatan timbul dikarenakan perkataan kita yang membingungkan, ataupun kata-kata kita yang tidak dipahami oleh lawan kita. Berhenti sejenak, persilahkan mereka berbicara, akui apabila kita berbicara yang salah, tanpa pembenaran, lalu kita klarifikasi ke arah kata-kata yang benar.

4.  Explain before bargain, penawaran dilakukan setelah orang tersebut paham. Orang paham tidak selalu setuju, minimal orang yang paham memiliki kata-kata kita, walaupun tidak setuju.   Sebaiknya setelah paham  tariklah menuju daerah persetujuan dengan proses penawaran keinginan kita.

5.  Creative learning :

  • Mendengarkan Dengan visible atau invisible comunication: Mendengarkan dengan mata, hati dan telingamu, mendengarkan dengan telinga saja tidak cukup karena hanya 7 % komunikasi yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkan, yang selebihnya berasal dari bahasa tubuh (53 %) dan dengan nada/ perasaan adalah 40%.
  • Mendengarkan apa yang tidak diucapkan, biasanya seluruh perkataan yang disampaikan orang lain belum tentu apa yang tersembunyi dalam hatinya, maka dengarlah lebih jauh maksud hatinya (tidak dengan spekulasi, bisa dilihat dengan gerak-gerik ataupun cara bicara mereka). (simulasi konsentrasi “sama”)
  • Selami perasaan mereka, berusahalah memekai kacamata mereka, agar paham apa yang mereka lihat ataupun yang mereka rasakan. Misalnya, jikalau mereka memakai kacamata dengan kaca hijau , maka kita berusaha untuk merasakan bagaimana rasanya memakai kaca mata hijau. Kalau kita tetap bersikeras pada saat itu mempertahankan kacamata yang berbeda maka yang terjadi adalah konflik. Sewaktu kita menyampaikan sesuatu yang berat maka rasakanlah  jikalau kita menjadi mereka, dan mendapatkan informasi yang sama beratnya. Tetapi dalam hal ini bukan berarti kita tidak menyampaikannya . Maksimalkan seluruh potensi perasaan kita terhadap mereka itu yang lebih penting, dengan demikian kita memiliki waktu yang tepat untuk menyampaikan informasi yang berat tersebut. (simulasi ganda gambar)
  • Bersikaplah seperti cermin, cermin kan tidak menghakimi. Cermin tidak memberikan nasihat. Cermin hanya memantulkan. Bersikap seperti cermin maksudnya mengulangi kata-kata sendiri bukan mengulangi kata-kata yang sama, mengulangi maknanya, bukan mengulangi kata-perkata, disinilah akan terasakan keajaiban komunikasi  dari hasil creative learning (perlu dicoba).

Contoh meniru :

“Wah Ridwan sekarang aku benar-benar gak konsen di kampus”

“Kamu bener-bener  lagi gak konsen di kampus ya… “

“Nilaiku semua parah.”

“Kamu lagi dapetin nilai parah ya….”

“Kamu ini gimana sih wa selalu meniru apa yang gw katakan, kesal gw ama kamu ..”

Contoh Menjadi cermin:

“Wah Ridwan sekarang aku bener-bener gak konsen di sekolah “

“Kamu lagi banyak pikiran ya..”

“Iya nih aku lagi banyak pikiran di  sekolah, urusan ini itu wah pokoknya pusing, dosennya rese lagi “

“kamu lagi kesal ya..”

“Gimana gak kesal coba, udah tahu aku lagi banyak pikiran, orang tuaku ngomel melulu lagi karena nilaiku parah, ah gimana nih aku bingung???”

Setelah ada kata-kata pertanyaan solusi baru kita  boleh menasehatinya.

(boleh dicoba)

Ungkapan bahasa cermin :

  • “yang saya tangkap, kamu merasa bahwa …, betul tidak yaa?”
  • “Jadi yang saya lihat ini…”
  • “Saya mengerti bahwa kamu merasa …”

Ungkapan yang harus dihindari :

Ketika teman Ridwan berkata tentang kedaan nilai serta keadaan              dikampusnya :” “Wah Ridwan sekarang aku bener-bener gak konsen di sekolah “

“Tolong ambilkan Buku itu dong “ (mengawang-awang)

“Kedengarannya bagus : (pura-pura mendengarkan)

“Bicara masalah teman kita si Ujang..”(Mendengarkan secara selektif)

“Kamu kurang berusaha kali “ (menghakimi)

“Nilaimu ada masalah ?” (menggali)

6. Power of sound, Memakai nada kuat maupun nada lemah. Kapan kita menggunakan nada kuat, kapan kita memakai nada lemah, biasanya nada kuat untuk menandakan kata-kata penting dalam sebuah kalimat, misalnya sebuah dalil quran, pepatah, dll. Usahakan untuk yang selain itu memakai nada lemah (halus). Untuk menandakan point yang dituju dalam sebuah nasihat , contoh

Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

7. Use Sosiosentrik less egosentrik, Kadang kita memiliki ilmu dengan kata-kata yang tinggi, maka hal itu akan menyebabkan egosentrik kalau tidak sesuai dengan keadaan, tetapi pakailah kata-kata sosiosentrik yang memasyarakat, dengan kondisi lawan bicara, baik berupa dalil-dalil, maupun hal-hal yang lainnya.

8. Equipt something good, dalam berbicara kita sodorkan apa yang dia senangi, misalnya makanan kecil, dll.

IV.  Hal lain Yang Perlu Diketahui:

Tips non verbal ketika berkomunisi dalam negosiasi:

  • Perilaku hangat
  • Menatap matanya secara langsung (dengan lembut/segar bukan tajam) (bukan kepada lawan jenis, kecuali yang dinegosiasikan di forum).
  • Sentuhlah tangannya, ataupun pahanya (sejenis).
  • Senyum
  • Wajah riang
  • Membuat suasana wajah lucu
  • Duduk tepat didapannya
  • Jangan melihat apapun kecuali seluruh yang dihadapannya (lawan bicaranya)
  • Ekspresif

V. Penutup

Komunikasi efektif memang sangat diperlukan dalam proses negosiasi, untuk membuat ketertarikan, karena poit penting dari negosiasi yang berhasil adalah (tidak mutlak)

1. Timbulnya pemahaman menuju persetujuan

2. Timbulnya rasa senang dalam menerima negosiasi

3. Pengaruh pada sikap

4. Hubungan makin baik

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: