Relaksasi untuk Mengontrol Emosi

Maret 16, 2011 pukul 10:02 am | Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan komentar

Saat rasa marah, kesal atau sedih datang, atau merasa tertekan, seringkali tanpa disengaja orang lain di sekitar kita terkena dampaknya.  Di sinilah pentingnya kita mengontrol emosi dengan cepat.

Salah satu caranya adalah dengan bernafas menggunakan diafragma. Pernafasan diafragma  ini sangatlah mudah, Anda hanya perlu membiasakannya.
Berikut caranya :
1. Bernafas lewat hidung dengan perlahan dalam 3 hitungan.
2. Kembungkan perut Anda setiap kali Anda menarik nafas.
3. Lalu keluarkan lewat hidung dengan perlahan dalam 6 hitungan.
4. Ulangi sebanyak dua kali

Tips untuk Anda :

  • Jika Anda merasa agak pusing, bernafaslah lebih perlahan

Lakukan selama 3 kali sehari secara rutin sampai akhirnya Anda terbiasa melakukan hal ini setiap saat emosi Anda mulai tinggi.

Hapuskan Stres Akibat Rutinitas
Anda selalu merasa uring-uringan akhir-akhir ini? Padahal kalau diingat tidak ada yang salah dalam hidup Anda. Tak ada masalah finansial yang berarti, hubungan dengan pasangan lancar-lancar saja,  siklus haid tepat pada waktunya. Tapi entah kenapa perasaan Anda tidak menentu dan semua yang dilakukan jadi salah. Tampaknya Anda merasa tidak puas pada kehidupan dan rutinitas yang Anda jalankan setiap hari….

Berikut tip untuk meminimalisasikan kebosanan karena rutinitas dalam hidup Anda:

Menambah Teman Baru
Beranikan diri Anda untuk membuka percakapan dengan orang lain. Menurut David Silberkleit, penulis A New Adventure Everyday, kebiasaan ini dapat memperluas jaringan relasi, sekaligus  membuka  kesempatan dan minat baru. Diperlukan usaha ekstra jika Anda bukan tipe orang yang extrovert, namun apabila Anda mulai merasa nyaman, berbagai kesempatan baru mulai terbentang di depan Anda!

 

Jadikan Lamunan Penyemangat

Masih ingatkah dengan khayalan terakhir Anda saat sedang menghadiri meeting panjang yang membosankan? Jangan dianggap sepele ! Lamunan itu bisa jadi penyemangat Anda untuk melakukan sebuah variasi atau perubahan di antara rutinitas Anda..

 

Pandangan dari Pihak Luar


Salah satu cara membuat hidup lebih bermakna adalah meminta masukan dari orang lain. Seringkali orang-orang yang tidak terlalu mengenal Anda terlalu dalam justru paling tahu apa yang bisa membuat Anda bahagia. Mereka tidak punya motif terselubung, jujur dan obyektif. Namun ingat, Anda tidak harus mengikuti semua saran mereka. Pilih yang paling cocok dengan kata hati Anda.

 

Berhenti Menekan Rasa Iri

Rasa iri adalah salah satu bentuk emosi primitif yang ada dalam diri manusia. Memperhatikan apa yang Anda cemburui sebenarnya bisa menjadi motivasi positif untuk Anda.  Tantangan yang sebenarnya adalah mengenali secara spesifik apa yang orang lain miliki sehingga Anda merasa iri. Bila berhasil mengenali elemen paling dasar dari rasa iri Anda, entah itu pacar yang hebat, penampilan yang stylish atau prestasi yang tinggi, Anda pun bisa segera melakukannya.

 

Memaafkan Diri Sendiri

Terkadang stres bukan datang dari faktor luar, tapi dari dalam diri sendiri. Seperti ketika kita melakukan sebuah kesalahan dan merasa bersalah terus karenanya. Rasa bersalah yang terus menerus kita rasakan akan membuat diri kita selalu dihinggapi ketakutan. Takut berbuat kesalahan lagi dan kehilangan kepercayaan diri.

Ketidakmampuan kita untuk memaafkan diri sendiri bisa menjadikan kita terhenti. Kita yang akan terus terbeban karena perasaan bersalah itu membuat kita sendiri tidak bisa maju dan melanjutkan hidup. Yang jelas, walaupun kita merasa bersalah, kita tidak perlu  terus menerus menghukum diri sendiri. Dr. Phil McGraw, psikolog Amerika mengatakan bahwa kita punya pilihan: Kita bisa menjadi orang yang menyedihkan karena memikirkan rasa bersalah itu terus menerus, atau kita mengizinkan diri sendiri untuk sembuh dan mencoba menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada beberapa cara yang bisa diikuti untuk berdamai dengan diri sendiri :

Langkah Pertama: Bukalah hati dan pikiran Ketika sedang dihadapkan pada suatu pengalaman pahit, entah karena diri sendiri atau orang lain, pikiran dan hati kita akan tertutup untuk menghindari akan disakiti lagi.

Cobalah buka diri kita kembali dengan melihat apa yang sebenarnya terjadi dan yang kita alami. Katakan pada diri sendiri “Saya bersedia mempertimbangkan bahwa ada jalan lain untuk menghadapi masalah saya daripada menutup hati dan diri saya”.

Langkah Kedua: Berikan pilihan kepada diri sendiri untuk kembali mencintai

Rasa bersalah adalah istilah yang kita berikan untuk menampung semua yang jelek dan negatif dari yang pernah kita lakukan. Satu cara yang cukup ampuh dan menghindari rasa bersalah berkepanjangan adalah penyangkalan. Jika anda terus membenci diri sendiri dan tidak bisa mencintai diri sendiri, maka kita tidak akan bisa menyembuhkan diri sendiri.

Langkah Ketiga:  Hadapi rasa bersalah dan cobalah memahaminya

Kebanyakan orang beranggapan bahwa rasa bersalah kita adalah karena kita kehilangan orang yang kita kecewakan. Well,..bukan hak kita melarang dia. Dia sudah memaafkan kita, dan menghadapi rasa terlukanya dengan caranya sendiri. Kita pun juga begitu, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Hadapi rasa bersalah  dengan memahaminya. Memahami setiap konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan dan hadapi itu.

Langkah Keempat: Ijinkan diri sendiri untuk menyembuhkan diri

Rasa bersalah bukan berarti kita tidak layak untuk berubah. Memaafkan diri sendiri juga berarti kita berhak untuk tidak dihukum selamanya. Menghukum diri terus menerus bukan jalan keluar yang baik dan benar dan itu juga tidak akan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kita tetap menyimpan rasa bersalah, maka kita pun akan takut melakukan sesuatu untuk merubah diri  ke arah yang lebih baik.


Langkah Kelima: Buatlah suatu hubungan baru

Jika diri kita  tidak sanggup memaafkan diri sendiri, berarti selama ini kita hanya mengharapkan sesuatu yang tidak nyata dengan kata “Kalau saja…” dan itu tidak akan pernah selesai. Kita harus terus melanjutkan hidup. Sekali kita memutuskan untuk terus, kita harus membina hubungan baru dengan diri sendiri.

Tetap Tenang Saat Stres

Saat akan melakukan presentasi, Anda pasti ‘diserang’ rasa gugup atau panik. Kemudian akan ada seseorang yang menasehati Anda agar tetap tenang. Jawaban yang keluar dari mulut Anda pasti, “tidak mungkin!”.

Kondisi tersebut bisa dimaklumi. Pasalnya, memang sangat tidak mudah untuk bersikap tenang saat  menghadapi situasi genting. Tapi sebenarnya, hal ini bisa dilakukan. Anda hanya perlu mengubah pola pikir “tidak mungkin” menjadi “mungkin”. Lebih jelasnya, cara-cara sederhana berikut akan membantu Anda:

Jangan pakai baju merah!

Jika Anda ingin menarik perhatian saat di pesta, memakai busana berwarna merah sangat tepat. Tapi, jika Anda akan memimpin rapat atau melakukan presentasi, pilihlah busana yang warnanya membantu Anda meredakan kecemasan, seperti; biru muda. Riset menunjukkan, warna biru dapat membuat pusat sistem saraf tubuh relaks karena temperatur tubuh turun. Selain itu menurunkan denyut jantung dan menimbulkan perasaan relaks pada orang yang melihat warna tersebut.

Hitung Mundur

Seperti aktivitas counting sheep yang dilakukan seseorang yang mengalami sulit tidur. Hitungan mundur bisa dilakukan untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat Anda panik.

Kudapan pereda stres

Ternyata makan jeruk 15 menit sebelum acara yang membuat Anda tegang, akan menenangkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk sebelum menghadapi situasi menegangkan, memiliki kadar tekanan darah lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsi vitamin C.

Breakfast is a must

Sebuah penelitian yang telah dilakukan di Inggris mengungkapkan bahwa orang-orang yang selalu sarapan cornflakes atau sereal yang telah diperkaya nutrisi lengkap, merasa lebih bersemangat dan tidak mudah stres dibanding mereka yang melewatkan sarapan.

Menyikapi Emosi & Menentramkan Diri


Masalah yang Anda hadapi semakin membuat Anda tak bisa mengontrol emosi belakangan ini? Atau malah sampai membuat Anda ehilangan nafsu makan bahkan mudah jatuh sakit?

Inilah saatnya Anda perlu melakukan langkah-langkah yang dapat membantu Anda mengatasi hal ini.
Beberapa tips untuk Anda :

1. Jika pikiran Anda tidak tenang dan susah konsentrasi

  • Streching. Latihan ini akan memompa oksigen ke otak sehingga mempermudah Anda berkonsentrasi.  Gerakkan kaki dan tangan Anda selama 2 menit, setelah itu Anda juga akan merasa lebih rileks karena otot-otot Anda melemas.
  • Menyikat gigi. Percayalah, rasa segar pada mulut dengan mudah dapat menyegarkan pikiran Anda.
  • Pertahankan selera humor Anda. Ketika Anda stress, tak jarang semua canda jadi Anda anggap serius. Cobalah untuk tetap bisa menikmati sebuah lelucon atau situasi yang lucu, karena tertawa akan melegakan Anda
  • Tulislah kelebihan Anda di sebuah kertas. Jangan biarkan otak Anda hanya diisi oleh pikiran negatif.
  • Pelampiasan. Buanglah beban pikiran Anda pada sebuah alat, misalnya aktivitas tinju atau taebo
  • Jika Anda berangkat pagi, arahkan mata Anda kepada sinar matahari pagi yang ramah. Pejamkan mata Anda dan biarkan hangatnya sinar matahari pagi mengenai kulit Anda.

2. Jika tubuh Anda tegang

  • Perbaiki sikap tubuh. Tubuh yang  tegang biasanya mendorong seseorang untuk duduk membungkuk. Dengan mengubah posisi tubuh menjadi tegak, Anda akan merasa seperti diberi semangat baru dan memberi pesan “semua akan baik-baik saja,”
  • Relaksasi dengan cara tersenyum, atau menguyah permen karet. Wajah bisa terasa lebih rileks, terutama jika ketegangan ‘mengganggu’ bagian wajah Anda.
  • Mini Massage. Anda bisa minta bantuan rekan Anda untuk melakukan sedikit pijatan dibagian punggung, leher, dan bahu

3. Jika Emosi Anda sedang labil

  • Belajar lebih asertif. Jangan pendam kemarahan atau kekecewaan Anda. Belajarlah mengekspresikan apa yang Anda rasakan, pikirkan, dan  jangan ragu untuk mendiskusi kan permasalahan ini sehingga tercapai win-win solution.
  • Mendengarkan musik dan menyanyi akan membawa Anda pada skondisi yang menyenangkan hati.
  • Menerima kenyataan bahwa Anda harus belajar bersabar. Tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan Anda.
  • Hargai diri Anda. Penghargaan terhadap diri sendiri sangatlah diperlukan agar bisa memicu dan meningkatkan kemampuan.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: