Islam Never Die

Maret 17, 2011 pukul 3:03 am | Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan komentar

Sesungguhnya segala puji hanyalah bagi Alloh. Karena memang hanya kepada-Nyalah kita memuji dan meminta pertolongan. Dan marilah kita berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan diri dan keburukan perbuatan kita sendiri.

Barang siapa yang Alloh beri petunjuk,  maka tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang Alloh sesatkan, maka tidak akan ada satupun yang sanggup memberi petunjuk kepadanya.

Sholawat serta salam kita sampaikan bagi teladan kita semua, N Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, kepada para Shahabatnya, hingga kepada seluruh penerus risalahnya hingga Akhir zaman. Amin

 

Alasan kenapa Dien Islam harus ditolong

 

Rindu

Dzohirnya dien Islam merupakan kerinduan bagi setiap insan yang memiliki keimanan yang murni kepada Alloh, seperti rindunya ia terhadap kehidupan di syurga. Bagaimana tidak, setiap mu’min pasti merindukan kehidupan yang  sejahtera dengan syari’at yang kaffah. Dimana disetiap sudut kota dan desa penuh dengan kehidupan yang bertauhid. Rindu akan masyarakat yang memiliki ketaatan penuh dengan seluruh keikhlasan kepada pemerintah untuk siap dibina beribadah kepada Alloh dalam setiap aspek kehidupan. Rindu akan Pemimpin yang adil, dan dengan seluruh tanggung jawab melaksanakan amanah untuk betul-betul mengayomi warganya supaya sejahtera dan sampai kepada penghambaan yang sesungguhnya kepada Alloh, bukan kepada Mahluk.

 

Merupakan perintah Alloh

 

Disisi lain, Dzohirnya Dien Islam adalah suatu perintah Alloh yang merupakan dosa apabila tidak kita laksanakan.

 

Dia  telah  mensyari’atkan  bagi  kamu  tentang  agama  apa  yang  telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan  kepada Ibrahim,  Musa  dan  Isa  yaitu : Tegakkanlah  agama  dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat  berat  bagi  orang-orang  musyrik  agama  yang  kamu  seru  mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali .

[42:13]

Inilah Praktek Islam secara keseluruhan, tidak parsial. Yang menjamin manusia bisa melaksanakan ibadah kepada Alloh dalam setiap aspek kehidupan. Aplikasi Islam yang betul-betul tidak menyediakan tempat bagi langkah-langkah Syetan supaya manusia tergelincir dari Al-Haq.

 

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

[2:208]

Sebagai prasyarat ibadah yang Alloh terima

 

Ibadah. Suatu kata yang familiar ditelinga kita semua. Namun akan asing terlihat jika ibadah ini dikembalikan kepada contoh aplikasi yang sebenarnya. Penghmanbaan yang sebenarnya bukanlah bersifat kerahiban yang tenggelam dalam dunia kesunyian, meninggalkan dunia realitas. Tapi ibadah adalah mengarungi realitas dengan seluruh pengabdian, memurnikan ketaatan  kepada Alloh dalam sebuah aplikasi mekanisme kehidupan bermasyarakat secara Islam.

 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam  agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

[98:5]

Pelaksanaan ibadah ini adalah pelaksanaan Islam secara menyeluruh, karena penghambaan yang non-stop kapanpun dan dimanapun dalam kondisi apapun hanya ada dalam Islam.

 

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

[2:208]

Sehingga jelaslah ibadah yang benar adalah yang memurnikan keta’aatan kepada Alloh, yang tidak menyisakan space dalam kehidupan ini untuk langkah-langkah syetan. Dan hal hanya ada dalam dienul Islam. Sehingga  Dien Islam menjadi sebuah syarat bagi terlaksananya ibadah yang benar.

 

Barangsiapa  mencari  agama  selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

[3:85]

Tanpa Islam dalam aplikasi dien yang kaffah, maka praktis orang akan sangat kesulitan untuk beribadah secara kaffah. Akan banyak hal yang tidak bisa disambungkan, dari pelaksanaan syariat, hingga pemeliharaan diri dari maksiyat.

 

Kehidupan Nabi, shiddiq, syuhada + sholihin penuh dengan upaya2 penegakkan  Dien

 

Figure, contoh, teladan yang bisa kita tentunya adalah Figure, contoh, teladan seorang manusia. Dibumi ini telah hadir orang-orang yang telah Alloh pilih sebagi ikutan, teladan kita. Para Nabi, para Rosul. Bahkan mereka dan pengikutnya merupaka teman sebaik-baiknya.

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

[4:69]

namun kehidupan mereka ternyata diisi oleh penegakkan dienulloh tadi. Dien yang akan menghantarkan kepada ketauhidan, bukan kemusyrikan.

 

Dia  telah  mensyari’atkan  bagi  kamu  tentang  Dien  apa  yang  telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan  kepada Ibrahim,  Musa  dan  Isa  yaitu : Tegakkanlah  Dien dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat  berat  bagi  orang-orang  musyrik  dien  yang  kamu  seru  mereka kepadanya. Allah menarik kepada dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali .

[42:13]

 

 

Dialah yang telah mengutus RasulNya  petunjuk  dan Dien yang benar untuk dimenangkanNya atas segala dien, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

[9:33]

 

Jelaslah dien islam bukanlah barang baru, tetapi merupakan dien yang telah disyari’atkan kepada N.Nuh, Ibrahim , Musa dan Isa yang diperintahkan untuk ditegakkan. Hingga dzohir ats seluruh dien yang lainya yang eksis dimuka bumi sekarang.

 

Telah, sedang dan akan terus ada Musuh2 Islam yang gigih untuk menghancurkan Islam.

Saya rasa tidak banyak orang, termasuk kita jika hidup ini memiliki musuh. Karena musuh akan hanya membawa masalah dan persengketaan. Tapi kenyataan mengatakan hal yang lain. Sebagaimana hidup ini ada yang disebut Alloh sebagai sebaik-baik teman, ada juga yang disebut sebagai musuh yang nyata.

 

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu MUSUH, yaitu syaitan-syaitan  manusia dan  jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu  . Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

[6:112]

 

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

[43:62]

 

Siapa itu pihak musuh

Secara ketetapan sejarah, Sunnatulloh, pasti ada musuh-musuh Alloh yang akan senantiasa benci akan penegakkan aspek-aspek syari’at Islam.  Musuh disini adalah syetan. Sedangkan syetan adalah sifat. Iblis sebelum melakukan pelanggaran terhadap perintah Alloh, tidaklah disebut syetan. Istilah syetan muncul ketika iblis berupaya mengoda Adam dan Hawa untuk melakukan sebuah pelanggaran, dosa, maksiyat. Maka Syetan itu ada dua, yaitu syaitan-syaitan   dari golongan jin dan dari golongan manusia. Karakter mereka adalah  menipu, membisikkan kepada manusia perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.

 

Musuh adalah pihak yang sangat berkepentingan untuk mengalahkan, menyingkirkan, mengalahkan lawannya. Mereka pasti memilki program, system staff/ anak buah/ barisan yang tersusun dengan rapi dan penuh perhitungan.

 

Mereka adalah pihak yang tidak akan berhenti dari program nya untuk menyesatkan, menghancurkan Islam hingga Sistem Islam Hancur, dan umat Islam Murtad dari dien nya.

Dari sini jelaslah setidaknya ada 5 hal yang mestinya membuat kita berfikir tentang  eksistensi Islam, kini bahwa :

1.        Wajar jika seorang muslim merindukan syari’at Islam berlaku

2.        Dien merupakan prasyarat ibadah yang Alloh terima

3.        Alloh memerintahkan kepada para nabi untuk menegakkan dien

4.        Uswah kita para Nabi, shiddiq, syuhada & sholihin ternyata penuh dengan upaya- penegakkan  Dien

5.        Bahwa ada Musuh-musuh Alloh yang mengancam, untuk menghancurkan Islam

Pertanyaannya, apakah yang menghalangi kita untuk membela tegaknya Islam? Faktanya kita mau menjadi penolong dien Alloh, ataupun tidak, atau berhenti berupaya menjadi pembela Islam, musuh-musuh Islam akan tetap istiqomah untuk menghancurkan Islam.

 

Maka dari itu tampillah Pembela-pembela Islam…

Siapa itu pihak pembela

Dalam QS As-Shaaf :14, dikatakan;

 

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong  Allah sebagaimana ‘Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku  Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Pembela disini dicontohkan oleh pengikut-pengikut Nabi Isa yang setia, yaitu Hawariyyin. Dimana mereka menyambut secara penuh terhadap ajakan N Isa untuk  menolong dirinya dalam upaya bersama-sama menegakkan dienulloh. Merekala yang disebut Anshorulloh.

Dalam tafsir al – Maraghi Anshorulloh adalah orang-orang yang telah memililiki Iman dan merelakan jiwanya kepada Alloh dengan cara menolong (Isa). Mereka adalah orang-orang yang bersedia mengikuti (Isa) dan mau melucuti dirinya dari kebiasaan terdahulu mereka (jahiliyyah), serta mau berpaling dari hal tersebut untuk mendukung utusanNya.[1]

 

 

Upaya2 menjadi pembela Dien

 

Untuk seseorang yang menyadari dan mengakui bahwa dirinya belum menjadi penolong agama Alloh, maka proses  yang harus ditempuhnya adalah; mencari dan memasuki barisan penolong agama Alloh, serta memberikan kesaksian, janji untuk siap bersama-sama menjadi penolong Agama Alloh, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Kaum Hawariyyin terhadap N Isa.

 

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka  berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk  Allah?” Para hawariyyin  menjawab: “Kamilah penolong-penolong  Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

[3:52]

Hal serupa juga terjadi pada sahabat Rosululluh SAW. Merekalah yang pertama kali menyambut seruan da’wah Rosul dengan kesiapan berjuang. Siap membela Islam, siap membela Alloh dan RosulNya, dengan segenap jiwa dan harta mereka.

Namun siapakah mereka, barisan penolong agama Alloh, yang benar-benar memperjuangkan Islam?

Bagi kita yang sudah memiliki azam untuk memperjuangkan Islam, embela Islam, sangat berkepentingan sekali untuk mengenali  Barisan yang kita tuju. Karena dengan merekalah  kita akan berjuang bersama-sama.

Ada beberapa ciri prinsipil Barisan Penolong Din Alloh, diantaranya;

1.        Memiliki misi Tauhid, segala motiv  beritindak, proses dan tujuan akhir haruslah beraaskan tauhid

2.        memilki fuqon, yaitu penolakan terhadap segala kebatilan. Tidak mau mencampuradukan kebenaran dalam konsep dan aplikasi

3.        memilki musuh, jelas hidup ini memilki 2 pihak yang akan kita pilih. Teman atau musuh. Konsekuensi sebagai penolong Dien Alloh adalah akan berhadapan dengan musuh-musuh Alloh

4.        Berjumlah sedikit, pada proses awal penegakkan/ pelaksanaan dien Islam ini akan dibantu ditegakkan oleh orang-orang yang jumlahnya tidak begitu banyak, ciri yang bersesuaian dengan kondisi ini ditandai denagan adanya ketertindasan. Tertindas untuk bias merdeka beribadah kepada Aloh dengan Kaffah.

5.        Berjamaah. Perjuangan dilakukan oleh para Rosul secara bersama-sama, terkoordinasi, bersistem dengan binaan, bimbingan, pimpinan Rosul dan orang-orang yang beriman.

6.        Mengaplikasikan pola perjuangan Iman, hijrah dan jihad

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[2:218]

7.        Memilki aqidah bahwa Islam  haruslah Kaffah dalam Konsep, dan  berupaya penuh memperjuangkan Islam supaya Kaffah juga dalam Aplikasinya.

 

Pada saat terjajah, Islam ditindas, bisa jadi ada golongan dari orang –orang yang telah beriman justru, apatis, acuh tak acuh, berpaling dari garis kebenaran, berpaling dari syari’at, berpaling dari Dien Alloh maka akan didatangkan suatu generasi mu’min yang lainnya yang Alloh mencintai mereka, dan Merekapun memiliki kecintaan yang mendalam kepada RabbNya. Yang memilki karakter lembut, sayang terhadap sesama mu’min, tetapi tegas / keras terhadap oranr-orang yang kafir. Bahkan mereka berjihad dijalan Alloh, berjihad dengan harta dan jiwa mereka supaya usuh-musuh Alloh hancur dan Islam Dzohir/ menang. Dan mereka berkarakter pemberani karena Alloh, hinaan, ejekan, fitnah, issue sedikit pun tidak membuat mereka gentar. Justru merekalah yang akan menggentarkan musuh-musuh Alloh.

 

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya  kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas , lagi Maha Mengetahui.

[5:54]

pada saat itu memang hanya akan ada 2 peran, pertama; Generasi yang diam saja, atau generasi yang di ganti, kemudian peran kedua sebagai generasi Pengganti, dengan karakter seperti diatas.

 

Bagi mereka yang siap menjadi penolong agama Alloh maka Alloh akan memberikan Balasan berupa:

Diberikan pertolongan dan diteguhkan kedudukannya di bumi.

Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong  Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

[47:7]

 

 

Sedangkan bagi mereka yang enggan menjadi pembela Islam adalah mereka yang terlalu cenderung kepada Materi, harta / dunia. Kecintannya terhadap materi / dunia melebihi kecintaan terhadap Alloh, Rosul dan berjihad. Merekalah yang  cenderung menuju kefasikan.

 

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

[9:24]

Maka bagi mereka, balasannya adalah tidak diampuninya dosa, serta sia-sia lah amal perbuatan yang mereka sangka sebagai suatu kebaikan. Dikarenakan mereka telah kufur kepada perintah Alloh, yaitu bersyariat, mendzohirkan Islam sebagi dien yang Kaffah.

 

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan  perjumpaan dengan Dia , maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi  mereka pada hari kiamat.

[18:103-104]

 

Mudah-mudahan Alloh Menolong kita untuk bisa  memilih jalan hidup ini dengan kesadaran penuh dan memiliki komitmen untuk melakasakannya.

Amin.

Alhandulillahirobbil ‘aalamin.

 


Subhanalloh

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: