KETERAMPILAN VARIASI STIMULUS

Maret 16, 2011 pukul 10:05 am | Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan komentar

{STIMULUS VARIATION SKILL/ TAKGYIRUL MUTAGOYIR}

Variasi stimulus : suatu kegiatan guru dalam konteks proses interasksi belajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajar-mengajar siswa senantiasa menunjukan ketekunan, antusias serta penuh partisipasi.

Aspek-aspek yang dilatihkan

1.       Gerak guru/teacher movement/

Tujuan : untuk melatih calon guru agar dalam menghantarkan pelajarannya didalam kelas telah terbiasa bergerak bebas {tidak “kikuk” atau “kaku”}

1)    Gerak Bebas

Biasakan bergerak bebas dalam kelas, dengan maksud untuk memberikan dorongan dan menanamkan “rasa dekat” pada siswa sekaligus sambil mengontrol tingkah laku siswa.

2)    Menerangkan Bahan

Jangan menerangkan sambil menulis menghadap papan tulis, sebaiknya menulis baru menerangkan.

3)    Menerangkan Dan Gerak

Jangan membiasakan menerangkan sambil berjalan mondar-mandir, tetapi jangan pula membiasakan menerangkan hanya sambil duduk melulu

4)    Arah Pandang

Arah pandang hendaklah menjeljahi keseluruhan kelas, pada waktu seorang siswa bertanya, usahakan bergerak menjauhi sipenanya, agar sipenanya mengucapkan pertanyaannya terdengar oleh semua siswa.

5)    Ketika Siswa Bertanya

Pada waktu seorang siswa bertanya, usahakan bergerak menjauhi sipenanya, agar sipenanya mengucapkan pertanyaannya terdengar oleh semua siswa.

6)    Observasi

Bila menginginkan untuk mengobservasi seluruh siswa, maka bergeraklah perlahan-lahan dari arah belakang kelasa kedepan, agar dapat mengetahui tingkah laku siswa dengan seksama tanpa diketahui oleh siswa yang bersangkutan.

2.       Isyarat guru/teacher Gesture

MAKSUDNYA : GERAK TUBUH atau anggota badan yang mengandung arti dalam hubungannya untuk menimbulkan perhatian, rangsangan pada siswa.

1)    Gerak Tangan

Menggambarkan sesuatu, misalnya dengan gerak tangan dapat digambarkan suatu benda, ukuran, maupun kecepatan gerak suatu benda.

2)    Gerak Anggukan Kepala

Menyatakan suatu maksud, misalnya dengan mengangguk-anggukan kepala berarti menyatakan setuju.

3)    Gerak Mengangkat Alis

Mengangkat alis mata tinggi-tinggi berarti menunjukan rasa kagum, tercengang, heran dan lain-lain.

4)    Gerak mengkerutkan Kening

Menyatakan belum/tidak faham terhadap yang diucapkan oleh sipembicara.

5)    Gerak Bertepuk Tangan

Sipembicara mengundang perhatian agar perhatiannya terpusat kepada dia, atau menyatakan kagum, mensuport dan lain-lain.

3.       Suara Guru/Teacher voice

TUJUANNYA : Agar orang yang mendengarkan senantiasa memperbarui perhatiannya, dianjurkan jangan bicara dengan nada yang sama (monoton). Pembicaraan yang hidu dan mengundang perhatian yang mendengarkan yaitu bila diucapkan dengan pola bicara yang berganti-ganti, sebab hal itu akan menanamkan rasa senang bagi yang mendengarkan.

4.       Kebisuan Guru/Teacher Silence

MAKSUDNYA : Pembicaraan akan lebih mengundang perhatian pendengar bila diucapkan dengan teknik “selingan diam”, tetapi bila teknik diam tersebut digunakan terlalu lama malah akan mengundang kegelisahan yang meningkat kea rah kebosanan pihak pendengar.

Teknik diam mendadak di tengah-tengah pembicaraan bila digunakan secara tepat akan mengundang perhatian yang serius dari siswa, sebab rasa keinginan mengetahui lebih lanjut.

Guru yang telah berpengalaman, bila kepadanya dilontarkan suatu pertanyaan maka tidak tergesa-gesa untuk menjawabnya, dengan tujuan untuk mengatur siasat dalam rangka menyusun jawaban dan bila perlu dapat melontarkan balik bertanya.

5.       Gaya Interaksi {Interaktion Styles}

Agar jangan menimbulkan kebosanan, kejemuan serta untuk menghidupkan suasana kelas, demi keberhasilan sisiwa untuk mencapai kemampuan yang telah ditentukan oleh tujuan pembelajaran, maka dituntut adanya pola hubungan :

INTERACTION STYLES

1.       Pola Guru – kelompok murid

Interaksi ini guru menyelanggarakan dialog dengan seluruh kelas, dan bila menampilkan pertanyaan, maka pertanyaan tersebut ditujukan kepada seluruh siswa, bukan kepada siswa tertentu secara individual.

2.       Pola Guru – murid sebagai individu

Interaksi ini, seperti bentuk pertanyaan langsung ditujukan kepada salah seorang siswa tertentu, sehingga selanjutnya terjadi dialog dua arah

3.       Pola Guru – murid

Interaksi ini, umpamanya setelah guru memberikan pengarahan, kemudian dilontarkan permasalahan ke kelas agar terjadi diskusi antar siswa dalam mengupas permasalahan tersebut.

6.       Kontak Pandang Dan Gerak { Eye Contact And Movement }

MAKSUDNYA merupakan suatu kunci modes penyampaian ekspresi emosi, misalnya :

o   Guru menerangkan kepada salah seorang siswa dengan tatapan mata/pandangan yang tajam, hal itu mengandung arti bahwa pihak pembicara tidak ingin diinterupsi;

o   Bila seorang siswa mengutarakan persoalan kepada guru, kemudian guru menanggapinya dengan sorotan atau pandangan mata yang penuh menyelidik (memangdang teleng mata siswa kemudian menelusuri kea rah tubuh, kemudian kembali ke arah teleng mata). Hal ini akan mendatangkan efek psikologis bagi siswa, seolah-olah tidak percaya/dianggap “enteng” oleh guru.

V. PEMUSATAN PERHATIAN SISWA

(FOCUSING)

MAKSUDNYA : Usaha Guru untuk memusatkan perhatian sisiwa pada suatu persoalan atau pelajaran

FOCUSING

VERBAL VOCUSING

Coba dengarkan !

Amati baik-baik gambar ini !

Periksalah diagram ini dengan seksama !

GESTURAL VOCUSING

Guru menunjuk sebuah gambar yang tergantung

 

8. PENGALIHAN PENGGUNAAN INDERA

(SWICHING SENSORY CHANNELS)

MAKSUDNYA : Kemampuan untuk mengerap dan memperoses informasi dapat ditingkatkan bila dalam belajar mengajar tidak monoton. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan berbagai saluran indera penerima secara bergantian.

 

PENGALIHAN DARI INDERA

(PENDENGARAN-PENGLIHAT-PENDENGARAN)

 

PENGALIHAN DARI INDERA

(PENDENGARAN KE SALURAN PSIKHOMOTOR)

Mendengarkan petunjuk guru lalu dilanjutkan dengan kegiatan pekerjaan yang bersifat keterampilan

 

SWITCING SENSORY CHANNELS

 

PENGALIHAN DARI INDERA

(PENGLIHAT-PENDENGARAN-PENGLIHAT)

Melihat gambar kemudian menerangkan/member komentar dilanjutkan dengan melihat lagi

 

PENGALIHAN DARI INDERA

(PENGLIHAT-PERABA-PENCIUM)

Guru memperlihatkan bentuk tubuh cumi-cumi, kemudian

Siswa diberi kesempatan untuk meraba cumi-cumi

Tersebut, selanjutnya siswa diminta untuk mengetahui

Bau tubuh cumi-cumi tersebut.

 

 

HAKIKAT BELAJAR-MENGAJAR

Kegiatan belajar-mengajar merupakan suatu kegiatan yang melibatkan beberapa komonen. Adapun komponen-komponen yang membentuk kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut :

 

HAKIKAT BELAJAR-MENGAJAR

 

1. Siswa, yakni seseorang yang bertindak sebagai pencari, penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan;

2. Guru, yakni seseorang yang bertindak sebagai pengelola kegiatan belajar-mengajar, katalisator kegiatan belajar-mengajar, dan peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif;

3. Tujuan, yakni pernyataan tentang perubahan perilaku yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Perubahan perilaku tersebut mencakup perubahan kognitif, psikomotik, dan efektif;

4. Isi Pelajaran, yakni segala informasi berupa fakta, prinsip dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan;

5. Metode, yakni cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi tersebut dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan;

6. Media, yakni bahan pembelajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada para siswa agar mereka dapat mencapai tujuan;

7. Evaluasi, yakni cara tententu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh komponen kegiatan belajar-mengajar dan sekaligus memberikan balikan bagi setiap komponen kegiatan belajar-mengajar.

Mengajar diartikan sebagai penciptaan suatu system lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.

System lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi :

1. Tujuan intruksional yang ingin dicapai;

2. Materi yang diajarkan,

3. Guru dan siswa yang harus memainkan peranan serta ada hubungan social tertentu.

Strategi belajar-mengajar terbagi ke dalam dua bagian, yaitu :

1.       Strategi belajar Mengajar dimensi perantangan :

Merupakan pemikiran dan pengupayaan secara strategis. Untuk (1) merumuskan; (2) memilih aspek-aspek. SBM dimensi perancangan dapat terlihat pada rancangan instruksional atau persiapan seorang guru. Kejelasan SBM dimensi perancangan akan banyak membantu penciptaan situasi kegiatan belajar mengajar secara efektif.

2.       Strategi belajar mengajar dimensi pelaksanaan :

Merupakan pemikiran dan pengupayaan secara strategi dari seorang guru untuk memodifikasi dan/atau menyelaraskan aspek-aspek pembentuk system intruksional. SBM dimensi pelaksanaan akan Nampak apabila ada peristiwa penyimpangan SBM dimensi perancangan.

 

Peristiwa Belajar Mengajar

1.       Tujuan (pengetahuan, keterampilan dan nilai yang ingin dicapai atau ditingkatkan sebagai hasil kegiatan belajar mengajar)

2.       Isi dan struktur mata pelajaran.

3.       Ketersediaan alat-alat atau dana untuk pengadaannya, waktu persiapannya

4.       Siswa (usia, kemampuan, latar belakang, motivasi dan lain-lain)

5.       Filosofinya tentang pendidikan dan pengajaran, kompetensinya dalam teknik mengajar.

6.       Besar kelas, jumlah dan ukuran ruangan, jumlah pertemuan yang tersedia.

 

PROSES PERUBAHAN TINGKAH

LAKU SEBAGAI HASIL INTERAKSI DENGAN LINGKUNGANNYA

 

Belajar

READINESS

EXERCISE

GOOD EFFECT

 

KEGIATAN AKTIVITAS YANG MELIBATKAN MENTAL DAN EMOSIONAL

 

Mengajar

1.       Peristiwa yang terikat oleh tujuan dan untuk mencapai tuuan yang dimaksud : C, bila baru sampai A/B –dianggap belum tercapai.

2.       Menuntut kemampuan professional dan social kultur secara terpadu – dituntut integritas penguasaan materi ; metode; teori dan praktek, dengan adanya unsure seni, ILMU, teknologi dan keterampilan dalam PBM.

3.       Menyerahkan/MENYAMPAIKAN ILMU PENGETAHUAN KEPADA ORANG LAIN DENGAN MENGGUNAKA CARA-CARA TERTENTU.

Tahapan Mengajar

Prainstruksional :

1.       MENANYAKAN KEHADIRAN SISWA

2.       BERTANYA SAMPAI DIMANA PEMBAHASAN PELAJARAN YANG LALU

3.       MENGAJUKAN PERTANYAAN TENTANG PELAJARAN YANG LALU

4.       MEMBERI KESEMPATAN UNTUK BERTANYA TENTANG PELAJARAN YANG LALU

5.       MENGULAG PELAJARAN YANG LALU SECARA SINGKAT

 

Intructional

Set induction :

1.       Menarik Perhatian Siswa

2.       Menimbulkan Motivasi

3.       Member Acuan

4.       Membuat Kaitan

 

Main Point :

1.       Metode

2.       Alat/Media

3.       Buku Sumber

1.       KOGNITIF

2.       AFEKTIF

3.       PSIKOMOTORIK

Keterampilan Terpadu

 

Closure :

1.       Meninjau kembali

2.       Mengevaluasi

1.       PAN

2.       PAP

PORTOFOLIO

 

Tindak Lanjut

1.       Resitas

2.       Member tahu pokok materi yang akan datang

 

SIASAT MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN

(Set Induction dan Closure)

Rasional

Membuka Pelajaran : Kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal akan dipelajari.

Menutup Pelajaran : Kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri inti pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa.

 

Tujuan

1.       TIMBULNYA PERHATIAN DAN MOTIVASI SISWA UNTUK MENGHADAPI TUGAS-TUGAS YANG AKAN DIKERJAKAN;

2.       SISWA TAHU BATAS-BATAS TUGAS YANG AKAN DIKERJAKAN;

3.       SISWA MEMPUNYAI GAMBARAN YANG JELAS TENTANG PENDEKATAN-PENDEKATAN YANG MUNGKIN DIAMBIL DALAM MEMPELAJARI BAGIAN-BAGIAN DARI SUATU MATA PELAJARAN;

4.       SISWA MENGETAHUI ANTARA PENGALAMAN-PENGALAMAN YANG TELAH DIKUASAI DENGAN HAL-HAL BARU YANG AKAN DIPELAJARI ATAU YANG MASIH ASING BAGINYA.

5.       SISWA DAPAT MENGGABUNGKAN FAKTA-FAKTA, KETERAMPILAN ATAU KONSEP-KONSEP YANG TERCAKUP DALAM SUATU PERISTIWA;

6.       SISWA DAPAT MENGETAHUI TINGKAT KEBERHASILANNYA DALAM MEMPELAJARI PELAJARAN ITU;

7.       GURU DAPAT MENGETAHUI TINGKAT KEBERHASILANNYA DALAM MENGAJAR.

 

PRINSIP PENGGUNAAN

 

BERMAKNA

Guru hendaknya memilih cara yang relevan dengan isi dan isi pelajaran.

 

BERKESINAMBUNGAN

Guru ketika memperkenalkan dan merangkum kembali pokok-pokok penting pelajaran hendaknya merupakan bagian dari kesatuan yang utuh.

 

KEGIATAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN, TDAK MENCAKUP URUTAN KEGIATAN RUTINITAS, SEPERTI : Menertibkan siswa, Mengisi daftar hadir, Menyampaikan pengumuman, menyiapkan alat-alat pelajaran, buku-buku yang akan dipakai, menyuruh tugas rumah.

Pusat perhatian Membuka dan Menutup Pelajaran : KEGIATAN-KEGIATAN YANG ADA KAITANNYA LANGSUNG DENGAN PENYAMPAIAN MATERI PELAJARAN

Komponen-komponen Keterampilan

Membuka Pelajaran (Set Induction)

Set Induction :

1. Menarik Perhatian Siswa

2. Menimbulkan Motivasi

3. Member Acuan

4. Membuat Kaitan

1. Menarik Perhatian Siswa

BANYAK CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN GURU UNTUK MENARIK PERHATIAN SISWA, DI ANTARANYA.

A. GAYA GURU

1.       Guru berdiri di tengah-tengah kelas sambil membaca puisi dengan tenang dan penuh dramatis;

2.       Guru berdiri di muka kelas lalu bercerita dengan ekspresi wajah yang meyakinkan dan nada suara yag menunjukkan rasa bangga.

 

B. PENGGUNAAN ALAT BANTU MENGAJAR

Untuk menarik perhatian siswa/ untuk menimbulkan motivasi/ untuk mengaitkan hal-hal yang telah diketahui dengan yang akan dipelajari, dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu mengajar, seperti gambar, model, skema, dll.

C. POLA BERINTERAKSI YANG BERVARIASI

1)      Guru memberi perintah, siswa mengerjakan perintah;

2)      Guru member kesempatan bertanya, maka siswa menjawabnya;

3)      Guru mengemukakan masalah yang menarik ke seluruh kelas, lalu para siswa dimintakan pendapatnya;

4)      Guru menunjukkan barang yang dapat ditonton lalu siswa dimintakan untuk melihatnya secara berkelompok atau bergiliran

 

Membuka Pelajaran (Set Induction)

2. Menimbulkan Motivasi

SALAH SATU TUJUAN DARI PROSEDUR MEMBUKA PELAJARAN ADALAH MEMILIH SECARA HATI-HATI HAL-HAL YANG MENJADI PERHATIAN SISWA YANG DAPAT SECARA HATI-HATI HAL-HAL YANG MENJADI PERHATIAN SISWA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENIMBULKAN MOTIVASI, DENGAN ADANYA MOTIVSI, MAKA PROSES BELAJAR-MENGAJAR MENJADI MUDAH.

 

MENIMBULKAN MOTIVASI

A. KEHANGATAN DAN KEANTUSIASAN

Guru hendaknya bersikap ramah, antusias, bersahabat dan hangat. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan rasa senang dalam mengerjakan tugas.

B. MENIMBULKAN RASA INGIN TAHU

Membangkitkan motivasi degan cara menimbulkan rasa ingin tahu dan keheranan.

Contoh :

1.       Bercerita dengan cerita yang menimbulkan pertanyaan;

2.       Menunjukkan suatu seri gambar;

3.       Meniupkan balon dan meldakannya, lalu guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan cerita/gambar atau peristiwa.

C. MENGEMUKAKAN IDE YANG BERTENTANGAN

Untuk menimbulkan motivasi, guru dapat mengemukakan ide-ide yang bertentangan dari kenyataan sehari-hari. Contoh ; Kalau trasmigrasi memungkinkan meningkatnya kemakmuran penduduk, tetapi mengapa banyak penduduk di pulau Jawa yang enggan bertransmigrasi?

D. MEMPERHATIKAN MINAT SISWA

Guru dapat menimbulkan motivasi siswa dengan cara menyesuaikan topic pelajaran dengan minat siswa. Seperti : Untuk TK dan SD melalui permainan, cerita, bagaimana sesuatu seperti mobil-mobilan bisa berjalan.

 

Membuka Pelajaran (Set Induction)

3. Memberikan Acuan (Structuring)

DALAM HUBUNGANNYA DENGAN MEMBUKA PELAJARAN, MEMBERI ACUAN DIARTIKAN SEBAGAI USAHA MENGEMUKAKAN SECARA SPESIFIK DAN SINGKAT SERANGKAIAN ALTERNATIF YANG MEMUNGKINKAN SISWA MEMPEROLEH GAMBARAN YANG JELAS MENGENAI HAL-HAL YANG AKAN DIPELAJARI DAN CARA YANG HENDAK DITEMPUH DALAM MEMPELAJARI.

 

MATERI PELAJARAN

A. MENGEMUKAKAN TUJUAN DAN BATAS TUGAS

Mengemukakan tujuan pelajaran dan batas-batas tugas yang harus dikerjakan siswa. Contoh : hari ini kita akan belajar mengarang cerita. Perhatikan tiga buah gambar ini baik-baik. Lalu berdasarkan gambar it tulislah suatu cerita.

B. MENYARANKAN LANGKAH-LANGKAH YANG AKAN DILAKUKAN

Contoh : Tugas kalian adalah membuktikan pada temperature berapa derajat Celsius air mendidih. Langkah pertama harus kalian kerjakan mengukur temperature air sebelum dipanasi. Lalu nyalakan lampu spirtus ini dan panaskanlah air dalam gelas kimia ini. Jika air sudah mendidih, catatlah berapa suhunya sesuai dengan yang kelihatan pada thermometer.

C. MENGINGATKAN MASALAH POKOK YANG AKAN DIBAHAS

Contoh : dengan mengingatkan siswa untuk menemukan hal-hal positif sesuatu konsep, manusia, benda, gambar dsb. Di samping itu, siswa perlu diingatkan untuk menemukan hal-hal yang negative.

D. MENGAJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN

Pertanyaan yang diajukan guru sebelum menjelaskan materi pelaaran akan mengarahkan siswa dalam mengantisipasi pelajaran yang akan dipelajari. Contoh : sebelum diperlihatkan gambar, guru mengajukan beberapa pertanyaan yang ada kaitannya dengan gambar yang akan diperlihatkan.

 

4. Membuat Kaitan

JIKA GURU AKAN MENGAJARKAN MATERI PELAJARAN YANG BARU, PERLU MENGHUBUNGKAN DENGAN HAL-HAL YANG TELAH DIKENAL SISWA TERDAHULU ATAU DENGAN MINAT DAN KEBUTUHAN-KEBUTUHANNYA UNTUK MEMPERMUDAH PENGALAMAN. HAL-HAL YANG TELAH DIKENAL, PENGALAMAN, MINAT DAN KEBUTUHAN SISWA ITULAH YANG DISEBUT BAHAN PENGAIT.

 

A. MEMBUAT KAITAN ANTARASPEK

Dalam permulaan pelajaran, guru meninjau kembali sampai seberapa jauh pelajaran yang diberikan sebelumnya telah dipahami. Caranya :

1)      Dapat mengajukan pertanyaan pada siswa;

2)      Merangkum inti pelajaran terdahulu secara singkat.

B. MEMBANDINGKAN/MEMERTENTANGKAN

Guru membandingkan atau mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah diketahui. Hal ini dilakukan, jika bahan baru erat kaitannya dengan bahan pelajaran yang telah dikuasai.

C. MENJELASKAN KONSEP

Guru menjelaskan konsep atau pengertian terlebih dahulu sebelum menyajikan bahan secara rinci. Hal ini dilakukan, karena bahan pelajaran yang akan dijelaskan sama sekali baru.

 

 

SIASAT MENUTUP PELAJARAN (Closure)

1. MENUTU PELAJARAN (Closure)

MENJELANG AKHIR PELAJARAN ATAU PADA SETIAP PENGGAL KEGIATAN, GURU HARUS MELAKUKAN KEGIATAN MENUTUP PELAJARAN.

Agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi pelajaran yang telah dipelajari, DENGAN CARA :

 

CLOSURE :

1.       MENINJAU KEMBALI

2.       MENGEVALUASI

 

1. MENINJAU KEMBALI

MENJELANG AKHIR/PADA SETIAP PEGGAL KEGIATAN, GURU HARUS MENINJAU KEMBALI APAKAH INTI PELAJARAN YANG DI AJARKAN ITU TELAH DIKUASAI SISWA.

 

MENINJAU KEMBALI

Merangkum inti pelajaran

PADA DASARNYA KEGIATAN MERANGKUM INTI PELAJARAN TERDAPAT SEPANJANG PBM :

1.       Apabila diskusi selesai ditugaskan;

2.       Setelah selesai sejumlah pertanyaan dijawab siswa;

3.       Pada saat menjelang pergantian topic bahasan;

4.       Pada saat pengajaran akan diakhiri.

SELAIN GURU, SISWA JUGA DAPAT DIMINTAI UNTUK MEMBUAT RANGKUMAN

 

Membuat ringkasan

DITEMPUH UNTUK MEMANTAPKAN POKOK-POKOK MATERI YANG DIAJARKAN JUGA BERMANFA’AT BAGI :

SISWA YANG TIDAK MEMILIKI BUKU SUMBER ;

1.       SISWA YANG LAMBAT BELAJAR DAPAT MEMPELAJARI KEMBALI Siswa yang tidak memiliki buku sumber;

2.       Siswa yang lambat dapat mempelajarinya kembali.

PEMBUATAN RINGKASAN DAPAT DILAKUKAN :

1)      Guru;

2)      Siswa secara perorangan/kelompok;

3)      Guru dan siswa bersama-sama.

 

2. MENGEVALUASI

SALAH SATU UPAYA UNTUK MENGETAHUI APAKAH SISWA SUDAH MEMPEROLEH WAWASAN YANG UTUH TENTANG SUATU KONSEP YANG DIAJARKAN SELAMA PELAJARAN BERLANGSUNG ATAU SEPENGGAL KEGIATAN TERTENTU ADALAH DENGAN PENILAIAN UNTUK MAKSUD TERSEBUT, Guru dapat meminta siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan atau mengerjakan tugas.

MENGEVALUASI

1.       Mendemontrasikan  Keterampilan

PADA AKHIR SATU PENGGAL KEGIATAN, SISWA DAPAT DIMINTA UNTUK MENDEMONTRASIKAN KETERAMPILANNYA.

Misalnya :

1.       Setelah selesai mengarang prosa atau puisi, guru dapat meminta mereka untuk membacakan maksud yang terkandung di dalamnya;

2.       Setelah guru selesai menerangkan konsep matematika, guru meminta  siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis.

2.       Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain

CONTOHNYA ;

SETELAH GURU MENERANGKAN SUATU KALIMAT, LALU GURU MENYURUH SISWA UNTUK MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PERSAMAANNYA.

3.       Mengekspresikan pendapat siswa sendiri

GURU DAPAT MEMINTA SISWA UNTUK MEMBERI KOMENTAR TENTANG KEEFEKTIFAN SUATU DEMONTRASI YANG DILAKUKAN GURU ATAU SISWA LAINNYA. Misalnya : Setelah permainan peran (role-playing) selesai, lalu siswa diminta untuk mengemukakan pendapat dan perasaan mereka tentang peran yang dimainkan.

4.       Soal-soal tertulis

GURU DAPAT MEMBERIKAN SOAL-SOAL TERTULIS BISA BERBENTUK :

 

 

SET INDUCTION : Usaha/kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam setting belajar mengajar untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannya terpusat kepada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.

 

CARA SET INDUCTION

1.       MENGHUBUNGKAN PENGALAMAN SISWA DENGAN TUJUAN PELAJARAN

Untuk menyiapkan mental siswa agar siap, memasuki persoalan yang akan dibicarakan

2.       PENARIKAN PERHATIAN SEHINGGA SISWA MERASA SUKA/SENANG TERHADAP PERSOALAN POKOK YANG AKAN DIBICARAKAN

Untuk menimbulkan minat serta pemusatan perhatian terhadap yang akan dibicarakan

 

Set Induction dapat dilakukan pada

SET INDUCTION

1.       PERMULAAN PELAJARAN

2.       PENGENALAN KONSEP BARU/PRINSIP BARU

3.       SESSION TANYA-JAWAB AKAN DIMULAI

4.       PADA SETIAP KEGIATAN

5.       SEBELUM PEMUTARAN FILM, SLIDE, VIDEO TAPE Dsb.

 

SET INDUCTION PADA PENGENALAN KONSEP BARU :

SEBELUM MEMASUKI POKOK PERSOALAN, GURU BERUSAHA MENCIPTAKAN PRA KONDISI BERUPA MENUNJUKKAN GAMBAR/SEBAGAINYA.

GURU : Nah anak-anak, pada pertemuan kali ini akan membicarakan tentang topic baru, yaitu………….. tetapi sebelum kita menela’ah lebih lanjut tentang topic………….. sebainya marik kita perhatikan gambar ini ! perhatikan……….. ! Coba “Agus” gambar apa ini ?

 

SET INDUCTION PADA SAAT AKAN DIMULAINYA SESSION TANYA JAWAB

GURU : Nah anak-anak, setelah kita membicarakan tentang…………., sekarang perhatikan : apa ini ? (Guru sambil mempertunjukkan ke sebuah gambar atau benda), dapatkah kamu menyebutkan nama serta fungsi ini ?………. kamu iwan ! dst dst….

 

CLOSURE : Usaha/kegiatan untuk mengakhiri kegiatan belajar-mengajar

 

CLOSURE :

1.       MERANGKUM/MEMBUAT GARIS-GARIS PERSOALAN YANG BARU DIBAHAS/DIPELAJARI SEHINGGA SISWA MEMPEROLEH GAMBARAN YANG JELAS TENTANG MAKNA ESSENSI DARI POKOK PERSOALAN YANG BARU DIPERBINCANGKAN

2.       Mengkonsolidasikan perhatian siswa terhadap informasi yang telah diterimanya sehingga dapat membangkitkan minat serta kemampuannya pada masa-masa mendatang.

3.       Mengorganisasikan semua kegiatan maupun pembicaraan yang telah dipelajari dalam pertemuan tersebut sehingga merupakan satu kebulatan yang berarti dalam memahami bahan yang baru dipelajari

 

Minimal 4 keterampilan yang harus dikuasai

Pada setiap penampilan mengajar

1.       SIASAT MEMBUKA PELAJARAN (SET INDUCTION)

2.       POKOK PEMBICARAAN (MAIN POINT)

3.       MENUTUP PELAJARAN (CLOSURE)

 

Variasi Stimulus

1.       GERAK GURU (TEACHER MOVEMENT)

2.       ISYARAT GURU (TEACHER GESTURE)

3.       SUARA GURU (TEACHER VOICE)

4.       KEBISUAN GURU (TEACHER SILENCE)

5.       PENGALIHAN INDERA (SWITCHING SENSORY CHANNELS)

6.       PEMUSATAN PERHATIAN (FOCUSING)

7.       KONTAK PANDANG DAN GERAK (EYE CONTACT AND MOVEMENT)

8.       GAYA INTERAKSI (INTERACTION STYLES)

9.       KETERAMPILAN BERTANYA (GUESTIONING SKILLS)

10.   DORONGAN TERHADAP PARTISIPASI SISWA (REINFORCEMENT OF STUDENT’S PARTISIPATION

 

SET INDUCTION : Usaha/kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam setting belajar-mengajar untuk menciptakan pra kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannya terpusat kepada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.

 

CARA SET INDUCTION

1.       MENGHUBUNGKAN PENGALAMAN SISWA DENGAN TUJUAN PELAJARAN

Untuk menyiapkan mental siswa agar siapa memasuki persoalan yang akan dibicarakan

2.       PENARIKAN PERHATIAN SEHINGGA SISWA MERASA SUKA/SENANG TERHADAP PERSOALAN POKOK YANG AKAN DIBICARAKAN

Untuk menimbulkan minat serta pemusatan perhatian terhadap yang akan dibicarakan

 

SIASAT MENUTUP PELAJARAN (CLOSURE)

CLOSURE : Usaha/kegiatan guru untuk mengakhiri kegiatan belajar-mengajar

 

CLOSURE :

1.       MERANGKUM/MEMBUAT GARIS-GARIS PERSOALAN YANG BARU DIBAHAS/DIPELAJARI SEHINGGA SISWA MEMPEROLEH GAMBARAN YANG JELAS TENTANG MAKNA ESSENSI DARI POKOK PERSOALAN YANG BARU DIPERBINCANGKAN

2.       Mengkonsolidasikan perhatian siswa terhadap informasi yang telah diterimanya sehingga dapat membangkitkan minat serta kemampuannya pada masa-masa mendatang

3.       Mengorganisasikan semua kegiatan maupun pembicaraan yang telah dipelajari dalam pertemuan tersebut sehingga merupakan satu kebulatan yang berarti dalam memahami bahan yang baru dipelajari.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: